Tips Memilih Snare Drum

Apa sih yang harus diperhatikan dalam memilih snare drum ? Sebagai unsur yang paling vital dalam sebuah set drum, pemilihan snare pun penting untuk diperhatikan. Jika salah dalam memilih snare drum maka akan mempengaruhi ketukan anda ketika bermain. Tentu anda tak menginginkan suara drum yang anda pukul hanya merusak telinga bukan ?karena itu selektiflah ketika memilih snare drum. Tak heran saat beli drum para pemilih juga akan memeriksa kualitas snare secara menyeluruh. Bukan hanya perihal suara yang dihasilkannya saja melainkan juga bagian pembuatannya. Jika bahan pembuatnya kurang baik maka suara yang dikeluarkan juga tidak akan bagus.

Snare drum menghasilkan suara tajam, meski bercampur dengan suara lainnya namun snare drum tetap bisa menjaga alur. Snare drum juga mampu menambahkan aksen. Suara khas ini berasal dari kabel logam drum atau pengikat yang berada dibawah kepala drum yang tipis, dengan perangkat yang disebut saringan dan dipasng di shell.

Snare yang berbahan dasar kayu snare lebih disukai oleh para drummer, namun snare tradisional yang terbuat dari logam dan kayu biasa juga sebenarnya sudah cukup bagus. Untuk ukuran sebaiknya anda pilih yang ukuran diameternya 14” dan kedalaman 3-1/2” sampai 8. Inilah ukuran standar yang biasa digunakan drummer kelas middle.

Jika anda seorang drummer yang membutuhkan snare untuk berbagai situasi dan kebutuhan berbeda, anda bisa melakukan penambahan snare drum, Piccolo, soprano dan sopranino yang notabene memiliki ukuran kecil akan menghasilkan nada tinggi. Ini tentunya cocok buat anda yang ingin bermain dengan nada-nada tinggi.

Sedangkan untuk anda yang lebih menyukai gaya modern dan elektronoka, sebaiknya pilihan yang ukuran 6″x10″. Snare ini juga bisa menghasilkan nada tinggi, namun lebih spesial karena bisa menghasilkan nada seperti bass dan trance. Nah ketika anda berniat membeli drum, coba perhatikan dan pahami kiat-kiat diatas. Jangan sampai anda salah memilih dan membeli snare, kemudian hanya berujung pada penyesalan lantaran permainan anda yang terlihat buruk dengan nada-nada yang merusak telinga.

MELATIH DRUMBAND TK/SD

Banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang sudah mempunyai peralatan drum band/marching band, akan tetapi belum tentu sekolah yang sudah memiliki peralatan drum band/marching band juga sudah memiliki pelatihnya. Karena begitu minimnya tenaga pelatih drum band/marching band untuk sekolah khususnya TK/SD yang ada di Indonesia, kebanyakan dari insan marching band hanya sebagai pemain saja dan setelah tidak menjadi pemain biasanya mantan- manatan pemain malas untuk melatih Drum Band/ Marching Band, apalagi untuk melatih anak-anak TK/SD. Dari Keterangan diatas berarti tenaga pengajar/pelatih Drum Band untuk TK/SD bisa dikatakan langka. Untuk itu kami ada beberapa tutorial atau panduan untuk mengajar anak- anak TK/SD dalam melatih Drum Band.

Diantara yang harus di miliki seorang pelatih drum band TK/ SD adalah sbb:

  1. Minimal kita harus memiliki dasar musik yang cukup.
  2. Sabar
  3. Tekun
  4. tidak mudah putus asa
  5. selalu kreatif

5 syarat diatas itu setidaknya harus anda miliki sebelum terjun menjadi seorang pelatih Drum Band. Selanjutnya apa yang harus diajarkan ke anak-anak

  1. Kedisiplinan (sesuai kemampuan anak TK/SD)
  2. Materi Drum Band yang akan kita ajarkan
  3. Kekompakan
  4. Komunikatif
  5. Intermesso

Untuk materi yang akan diberikan usahakan kita menggunakan metode yang paling mudah diingat anak, silakan menggunakan bahasa apa aja bebas seperti hitungan “1-9”, “ka-ki”, “a, b, c, d” atau yang lainnya tapi biasanya saya menggunakan hitungan “1-9” yang penting mudah diingat anak-anak tetapi nilai pukulannya harus sama dengan apa yang akan kita ajarkan.

Selanjutnya materi yang pertama diajarkan ke anak-anak adalah:

  1. Pemanasan (Warming up)
  2. Kita bisa mengajarkan ke anak pukulan “single” kanan 8 X kiri 8X sebanyak 2X ulangan. Gunakan ucapan tu, wa, ga, pat, ma, nam, juh, pan
  3. Selanjutnya pukulan “didle” kanan 5X dan kiri 5X sebanyak 2X ulangan ucapannya adalah satu X dua X tiga X empat X liima (dibaca agak cepat dan untuk yang liima agak dipanjangkan “I” nya agak panjang)
  4. Pukulan Trididle yaitu memukul 3X pukulan ditambah hitungan “satu”. Dengan metode pengucapan “berhenti-berhenti-berhenti- sa-tu” (bisa dikembangkan sendiri metode pengucapannya).
  5. Materi inti
  6. Standar pukulan anak TK dan anak SD adalah pukulan 5X. yaitu kanan dan kiri memukul secara bergantian (cara pengucapannya adalah “tuwagapatma” dengan tempo agak cepat. Tangan kanan dan tangan kiri memukul secara bergantian, dalam arti tu=kanan wa=kiri dan seterusnya
  7. Prak-prak atau Flam digunakan untuk lagu kejutan atau break.cara mukulnya tangan kanan dan kiri memukul secara bersamaan.
  8. Pukulan 5 doubel yaitu cara mukulnya sama dengan yang di sub-a. kanan dan kiri bergantian mukul tetapi hitungannya double. Dan cara ucapannya adalah (tu, du-a, ti-ga, em-pat, li-ma).

PIANIKA

Pianika atau bisa kita sebut juga melodika, merupakan alat musik tiup kecil yang dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur yg dihubungkan ke mulut. Pianika adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika, tetapi memakai bilah–bilah keyboard yang luasnya sekitar tiga oktaf. Pianika dimainkan dengan tiupan langsung, atau memakai pipa lentur yang dihubungkan ke mulut. Umumnya pianika dimainkan sebagai alat pendidikan di sekolah.

Pianika tergolong alat musik tiup. Dalam bermain musik pianika dapat digunakan untuk memainkan melodi pokok, kontra melodi, bila memungkinkan dapat juga untuk mengiringi lagu.

Kegunaan tuts pianika :

  1. Tuts putih berfungsi untuk memainkan nada–nada pokok/asli.
  2. Tuts hitam berfungsi untuk memainkan nada–nada kromatis.

Dalam memainkan alat musik pianika, tangan kiri memegang pianika dan tangan kanan menekan untuk memainkan melodi lagu, sedangkan mulut meniupnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musik pianika adalah :

  • Memainkan dengan lima jari, setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts–tuts tertentu.
  • Cara meniup diusahakan halus dan rata.
  • Bentuk tangan kanan seperti memegang bola sehingga memungkinkan jari bergerak dengan leluasa.

Penjarian pada pianika biasannya menggunakan tangan kanan yang terdiri dari :

  • ibu jari , sebagai jari nomor 1
  • jari telunjuk, sebagai jari nomor 2
  • jari tengah, sebagai jari nomor 3
  • jari manis, sebagai jari nomor 4
  • jari kelingking,sebagi jari nomor 5

Pianika itu sama dengan piano, baik yang klasik maupun elektrik. Namun, bedanya pianika harus ditiup dulu dalam memainkannya. Tidak ada tiupan maka tidak ada juga nada yang keluar walau tutsnya kita tekan.

Pada abad ke – 19 sejarah pianika dimulai, namun keberadaan alat musik pianika ini baru diakui sejak tahun 1950, alat musik yang mirip dengan melodika. Hohner adalah orang yang menciptakan alat musik pianika ini sebagai instrumen yang mempunyai  bentuk modern. Tahun pertama Melodika dipercaya sebagai musik instrumental, yaitu pada tahun 1960. Lalu seorang komposer yang bernama Steve Reich memanfaatkan melodika ini untuk memperlihatkan beberapa karyanya yang berjudul Melodica, itu menginjak pada tahun 1966.

Tidak lama juga pada tahun 1966, hal yang sama juga dilakukan oleh Phil Moore seorang musisi Jazz. Dia memasukan alunan instrumen ke dalam albumnya oleh Atlantik Record yang berjudul Right On. Singkat cerita ternyata cara atau teknik yang dibuat ini berkembang dan mempengaruhi seorang  musisi Jamaika yang bernama Agust Pablo dalam dunia musiknya yang beraliran reggae juga dub yang terkenal di tahun 1970 – an. Bukan hanya itu, ternyata di Indie, melodika dipakai sebagai musik rakyat oleh beberapa musisi seperti Emmanuel Del Real of Cafe Tacvba, Rabbit of Steam Powered Giraffe, dan Paul Duncan of Warm Ghost. Melodika ini terdiri dari beberapa jenis yaitu:

  1. Melodika Soprano, Alto, memiliki nada tinggi dan cenderung terdengar tipis jika dibandingkan dengan tenor.
  2. Melodika Tenor, adalah melodika yang mempunyai nada paling rendah dibandingkan dengan melodika yang lain.
  3. Melodika Bass, adalah melodika yang unik namun sukar sekali terdengar dan digunakan seperti jenis melodika yang lain.
  4. The Accordina, adalah jenis melodikal yang mempunyai suara hampir sama dengan melodika tradisional.

Alat musik ini kebnyakan terbuat dari bahan plastik, tapi ada juga yang dibuat dari baha kayu. Suara yang dihasilkan dari melodika kayu ini terdengar lebih kaya dan lebih hangat dibandingkan dengan yang terbuat dari pelastik. The Victiria adalah perusahaan accordion di ancona, italia, salah satu perusahaan yang membuat melodika berbahan kayu.

Tongkat Mayoret Drumband dan Marching Band

Mayoret merupakan penggerak paling utama di dalam pagelaran music Drumband dan Marching Band. Mayoret adalah seseorang yang menunjukkan aksi tari, ataupun gerakan di dalam pertunjukkan parade Drumband atau Marching Band dengan mempergunakan sebuah tongkat mayoret yaitu baton. Pada umunya mayoret diperankan oleh wanita, tetapi dalam perkembangannya peran mayoret bisa dilakukan oleh seorang laki-laki, biasanya ditemukan pada Drumband kemiliteran.

Pada awalnya peran mayoret adalah pembauran dari peran pemandu sorak yang kemudian dipraktekkan dalam penampilan parade Drumband untuk membuat seimbang dinamisasi pertunjukan dari kesan peran kaku pada barisan para pemain instrument music (pemain instrument music dan perkusi). Seorang mayoret bisa melaksanakan berbagai aksi dalam penampilannya seperti memutar-muatar tongkat bayonet, tongkat bendera, maupun melempar melempar baton. Terkadang mayoret melaksanakan aksi sulap, maupun atraksi lainnya agar menariki perhatian, contohnya kombinasi memainkan, memutar-mutarkan, lalu melempar hingga empat baton dengan bersamaan.

Peran mayoret di Indonesia di dalam sebuah permainan Drumband tidak terbatas fungsinya sebagai penari, mayoret sering melakukan peran sebagi pemimpin, pemandu barisan di dalam membentuk suatu formasi di dalam penampilan. Seorang mayoret terkadang bisa juga menggantikan fungsi pemimpin lapangan (Field Commander) di situasi tertentu. Di Indonesia, beberapa grup Marching Band masih mempergunakan mayoret sebagai salah satu bagian penampilan, tetapi pada kenyataannya penggunaan mayoret sudah mulai ditinggalkan.

Mayoret memiliki tongkat yang selalu dia bawa kemanapun pagelaran berlangsung sebagai tongkat komando pasukan Drumband dan Marching Band.       Tongkat mayoretv memiliki material produksi yang bermacam-macam, ada yang terbuat dari fiber, kayu, stainless atau pipa. Ukurannya pun disesuaikan dengan usia pengguna, baik TK, SD, SMP, atau SMA. Tongkat mayoret mempunyai beberapa jenis standart yang tingginya berkisar 150-170 cm tergantung dari penggunanya.

Biasanya baju mayoret menggunakan bahan satin yang jatuh dan juga berkilau, juga bahan yang menyerap keringat karena mayoret banyak melakukan pergerakan. Warna baju pun penggabungan beberapa warna yang senada agar baju terlihat cantik. Baju mayoret umunya lebih mewah dan mencolok dibanding baju pasukan, agar mayoret menjadi pusat perhatian dan menarik saat parade Drumband. Kostum mayoret bisa juga ditambah aksesoris lain seperti memakai topi yang senada dengan warna baju dan juga sepatu, bisa juga ditambah aksen bulu-bulu atau pernik-pernik lainnya.