PIANIKA

Pianika atau bisa kita sebut juga melodika, merupakan alat musik tiup kecil yang dimainkan dengan tiupan langsung atau memakai pipa lentur yg dihubungkan ke mulut. Pianika adalah alat musik tiup kecil sejenis harmonika, tetapi memakai bilah–bilah keyboard yang luasnya sekitar tiga oktaf. Pianika dimainkan dengan tiupan langsung, atau memakai pipa lentur yang dihubungkan ke mulut. Umumnya pianika dimainkan sebagai alat pendidikan di sekolah.

Pianika tergolong alat musik tiup. Dalam bermain musik pianika dapat digunakan untuk memainkan melodi pokok, kontra melodi, bila memungkinkan dapat juga untuk mengiringi lagu.

Kegunaan tuts pianika :

  1. Tuts putih berfungsi untuk memainkan nada–nada pokok/asli.
  2. Tuts hitam berfungsi untuk memainkan nada–nada kromatis.

Dalam memainkan alat musik pianika, tangan kiri memegang pianika dan tangan kanan menekan untuk memainkan melodi lagu, sedangkan mulut meniupnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musik pianika adalah :

  • Memainkan dengan lima jari, setiap jari mempunyai tugas untuk menekan tuts–tuts tertentu.
  • Cara meniup diusahakan halus dan rata.
  • Bentuk tangan kanan seperti memegang bola sehingga memungkinkan jari bergerak dengan leluasa.

Penjarian pada pianika biasannya menggunakan tangan kanan yang terdiri dari :

  • ibu jari , sebagai jari nomor 1
  • jari telunjuk, sebagai jari nomor 2
  • jari tengah, sebagai jari nomor 3
  • jari manis, sebagai jari nomor 4
  • jari kelingking,sebagi jari nomor 5

Pianika itu sama dengan piano, baik yang klasik maupun elektrik. Namun, bedanya pianika harus ditiup dulu dalam memainkannya. Tidak ada tiupan maka tidak ada juga nada yang keluar walau tutsnya kita tekan.

Pada abad ke – 19 sejarah pianika dimulai, namun keberadaan alat musik pianika ini baru diakui sejak tahun 1950, alat musik yang mirip dengan melodika. Hohner adalah orang yang menciptakan alat musik pianika ini sebagai instrumen yang mempunyai  bentuk modern. Tahun pertama Melodika dipercaya sebagai musik instrumental, yaitu pada tahun 1960. Lalu seorang komposer yang bernama Steve Reich memanfaatkan melodika ini untuk memperlihatkan beberapa karyanya yang berjudul Melodica, itu menginjak pada tahun 1966.

Tidak lama juga pada tahun 1966, hal yang sama juga dilakukan oleh Phil Moore seorang musisi Jazz. Dia memasukan alunan instrumen ke dalam albumnya oleh Atlantik Record yang berjudul Right On. Singkat cerita ternyata cara atau teknik yang dibuat ini berkembang dan mempengaruhi seorang  musisi Jamaika yang bernama Agust Pablo dalam dunia musiknya yang beraliran reggae juga dub yang terkenal di tahun 1970 – an. Bukan hanya itu, ternyata di Indie, melodika dipakai sebagai musik rakyat oleh beberapa musisi seperti Emmanuel Del Real of Cafe Tacvba, Rabbit of Steam Powered Giraffe, dan Paul Duncan of Warm Ghost. Melodika ini terdiri dari beberapa jenis yaitu:

  1. Melodika Soprano, Alto, memiliki nada tinggi dan cenderung terdengar tipis jika dibandingkan dengan tenor.
  2. Melodika Tenor, adalah melodika yang mempunyai nada paling rendah dibandingkan dengan melodika yang lain.
  3. Melodika Bass, adalah melodika yang unik namun sukar sekali terdengar dan digunakan seperti jenis melodika yang lain.
  4. The Accordina, adalah jenis melodikal yang mempunyai suara hampir sama dengan melodika tradisional.

Alat musik ini kebnyakan terbuat dari bahan plastik, tapi ada juga yang dibuat dari baha kayu. Suara yang dihasilkan dari melodika kayu ini terdengar lebih kaya dan lebih hangat dibandingkan dengan yang terbuat dari pelastik. The Victiria adalah perusahaan accordion di ancona, italia, salah satu perusahaan yang membuat melodika berbahan kayu.